Cerita seru ngentot dengan 2 wanita di toilet

"Jangan bergerak..." Aku terkejut, tiba-tiba ada suara wanita membentak di dalam ruangan 4 x 3 meter itu dibarengi dengan bantingan pintu.
Oh... ternyata dua orang Polisi Wanita berwajah manis nan penuh wibawa berwatak garang, satu menodongkan pistolnya kearahku dan polwan satu lagi menutup pintu dan menyiapkan sebuah borgol. Karuan saja aku bergetar ketakutan dan tak kusangka celana yang kupakai belum sempat terkancing sudah melorot kebawah lututku.

Apa salahku, pikirku dalam hati... Tapi anehnya, wajah garang kedua Polwan tersebut berubah menjadi senyuman. Pistol kembali disarungkan ketempatnya dan polisi satu lagi memborgol kedua tanganku dan mengikatkannya pada batang pipa diatas kepalaku. Akupun bertambah heran, apa maksud mereka memperlakukan aku seperti ini. Mereka mulai melucuti baju dan celanaku hingga cd kupun ikut menjadi keberingasan ke dua aparat tadi.
Ohhh.. ternyata aku tahu sekarang, mereka menginginkan aku untuk melampiaskan nafsu setan mereka. Aku terdiam dan mulai menikmati permainan kedua wanita berseragam ini.

Ahhhh.... polisi yang bernama Lina kulihat dari seragamnya (maaf aku tidak menyebutkan pangkat kedua Polwan tersebut) mulai menggeranyangi dadaku dengan ciuman-ciuman mautnya dan Ulfa Polwan satu lagi, sibuk meremasi pantat dan punggungku hingga aku menjerit tertahan. Aku terangsang dengan permainan gila mereka. "Ouuhhhhh....", Lina rupanya sudah melancarkan serangannya disekitar selangkanganku, menjilati daerah sensitifku, dan.... "akhhhh....ouffffhhhhh...." kontolku dihisap bak seekor anjing yang baru menemukan tulang diantara sampah...begitu ganasnya polisi satu ini.

Ulfa mulai membuka satu persatu seragam yang dipakainya hingga nampakklah tubuh seksi dan padat berisi membalut tulangnya. Polisi satu ini tidak seganas Lina dalam permainannya. Ia mengambil kunci borgol dan membuka kembali ikatan yang terasa amat menyakitkan itu. Setelah Ulfa membuka borgol tersebut dia menyeret tubuhku kebibir bak mandi, sambil duduk dipinggir bak ia menarik rambutku dengan perlahan kearah "goa" nikmatnya.
"Hmmm...harum juga nih memek polwan" gumamku.
Tidak hanya itu, bulu tertata indah dan tipis membuat gairahku semakin menjadi. Kurejamkan lidahku keliang vagina Ulfa, mengkuasnya, menjilatinya, mengisapi cairan-cairan yang mulai menumpah membasahi vaginanya. Selain itu Lina kembali melancarkan serangannya kearah bagian belakangku sembari mengocok kokontolku dan menjilati duburku. Bisa juga si Lina ini membuatku semakin merasa nikmat.

"Ahhhffff...ouhhh..." desah si Ulfa, kemudian kembali ia menarik tubuhku kearah tubuhnya serta mengarahkan kontolku ke "gawang" kenikmatannya.
"Blessshhhh...." kontolku sudah berada di vagina Ulfa, Ulfa pun meremas pinggangku dan menggonyangkannya. Akupun turut membantu gerakan maju mundur.
Lumayan juga nih enaknya memek polwan.
"Sleeppsss...slupppss...ahhhhh". Ulfa menginstruksikan padaku untuk mempercepat gerakan.

"Ohhhh... ahhhh..yaaa" desahnya.
"Ayo dong dipercepat lagi gerakannya...ohhh... dah mau keluar nih" pintanya.
Erangannya mulai sedikit mereda, mungkin ia sudah mencapai puncak. Tapi aku tidak peduli, aku terus menggedor dinding kemaluan Ulfa yang terasa sudah mulai melicin.

Lina tak mau kalah, setelah menjilati buritku ia bergerak kesamping kanan di bawah pantatku. Ia mulai menjilati kembali, batang kemaluanku.
"Ehmmm...ohhh". Namun itu tak berlangsung lama, dia mulai memanjati tubuhku dan melingkarkan kedua kakinya yang jenjang itu dipinggangku dan menurunkan sedikit tubuhnya untuk menepatkan memeknya dan kontolku. Agak sakit memang, tapi... ouhgg nikmat juga. Lina yang terbawa nafsunya, terus mengenjotkan tubuhnya yang kupegang erat.

"Ahhkk...ahhkkk...ouhhh.." Erangnya sambil melumat bibirku secara ganas.
Goyangan demi goyangan membuatku semakin tidak tertahankan untuk mengeluarkan larva hangatku.

"Akkkkhhhhh.....ougghhhhh..." desah panjangku mulai keluar, seketika itu juga lina turun dari gendonganku dan mengkocok kontolku. Rupanya Lina sudah mengalami ejakulasi duluan dari aku. Kocokan dan hisapan bertubi-tubi tidak bisa membuatku bertahan lagi.

"Eehmmm....ahhhhh..ouuu" Nikmat tiada tara kurasakan.
"Ssst...ahhhhhhhhh" erangan panjang dibarengi keluarnya sperma yang memuncrat dikedua wajah Polisi Wanita ini.
Lina dan Ulfa melahap secara ludes spermaku hingga satupun tidak ada yang berceceran di lantai toilet. Ah...nikmatnya.

Cerita seru ngentot dengan sekertaris

Aku bekerja di perusahaan asing, sekitar 4 tahun yang lalu, dengan statusku sekarang sebagai marketing manager. Yah lumayanlah, ini berkat kerja keras yang selama ini aku lakukan dan tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak. Sekretarisku, si Noni, adalah partner setiaku selama ini, yah dialah yang mau membantuku sampai larut malam kadang-kadang jika ada project lembur.

Saat ini umurku 30 tahun, dengan status single. Menurut temen-temen tampangku lumayanlah, atletis, 175 cm/70 kg. Banyak sekali cewek yang tertarik padaku, ada yang ngasih kue lah, ada yang nawarin dinner, eh ada suka kirim surat, termasuk juga si Noni, sekretarisku. Bukannya ngga tertarik dengan cewek selama ini, but aku nggak mau terikat setelah putus dengan mantanku,dia adalah the best ever, aku kepingin menikmati kehidupanku saat ini, of course for the sex need.

Aku suka sekali memakai celana ketat, dengan baju yang ketat pula, nyaman sekali. Tak kala banyak temen cewek yang sering mencuri pandang saat kulewat di depan meja kerja mereka, terutama pada tonjolan di celana. He he he , hal ini memang kusengaja, hemmhh menambah gairahku jika mereka semakin "garang" memperhatikan hal itu. Hal ini dikarenakan ukuran kontolku yang panjang dan besar. Jika tidak ereksi 9 cm, dan kalau ereksi bisa mencapai 18 cm dengan diameter 3.8 cm. Sebenarnya aku juga sekali dengan seks, tapi setiap kali kepingin, aku selalu teringat pada mantanku.

Kembali ke lamunanku, aku teringat mantan pacarku yang baru aja nikah. Kami sering lakukan ML kadang di kantorku, mobil atau kadang di sofa rumah. Dia ada wanita yang hebat soal ukuran seks. Tak tersadarkan, dengan lamunan tersebut, aku sekarang udah dalam keadaan bugil di dalam kantor.

OHHhhhh....nikmat, sambil membayangkan mantanku, aku kocok kontolku... ohhhh.... nikmat.....

Karena tak tersadarkan dan masih dalam pengaruh imajinasi seksual, si Noni masuk ke ruanganku.

" Ahhhhhh....!!!!!", si Noni menjerit dengan keras. Untung saja sekarang udah jam 8 malam, dimana para karyawan udah pulang, tinggal aku, Noni dan Eva yang ada di ruangan sebelah. Eva adalah teman kerja Noni yang kebetulan saudara sepupunya.

"Ma....afff...ma af Pak, saya tak sengaja, maaf pak...saya lancang tak mengetuk pintu sebelum masuk ke sini", si Noni dengan ketakutan berkata.

Dengan terkejut pula, aku mengejar Noni supaya dia nggak keluar ruanganku, dan ternyata kuraih tangannya, dengan kasar kutarik dan akhirnya dia jatuh ke pelukanku. Dalam hatiku...hemhhh wangi benar cewek ini, dan hemnhhhh payudaranya besar dan kenyal sekali, terasa di dadaku. Semakin nafsu aku dengan cewek ini. Tapi dengan cepat-cepat kuraih pakaianku, dan kupakai celanaku. Tapi kontolku tetep ngaceng... dan semakin ngaceng..., oh sialan pikirku.

Ternyata si Noni dari tadi memperhatikan bodyku yang sedang bugil.

Dengan malu-malu dia berkata,
" Hemhh nice...and macho...ternyata luar biasa panjang dan besar. Bapak tadi lakukan onani kenapa? Lagi kepingin ya? He he he", goda si Noni.

Belum sempat kujawab, dia langsung menarik celanaku, dan memelorotkannya lagi. Kontolku yang dari tadi ngaceng, langsung di sambarnya dan di kocok-kocok. Aku tak bisa berkata kata, surprise sekali bagiku. Selama ini aku hanya lampiaskan lewat onani, ternyata sekarang nikmat sekali. Sekretarisku ini jago juga dalam urusan seks. Dia memainkan kontolku, sambil sesekali menggigit testisku, dan memasukkan hampir separuh kontolku ke mulutnya.

" Oh Noni.... terus sayang... ohhhhh... enak sayang...".

Tak kalah dengan Noni, kulepas baju dia, dan kuremas langsung buah dadanya. Ohhh, luar biasa besarnya. Tak lama kemudian kita sudah telanjang bulat. Dijepitnya kontolku diantara buah dadanya, ohhh nikmat sekali. 10 menit kemudian, si Noni dengan posisi terlentang dan beralaskan kursi membuatku ingin menancapnya. Tak kusia siakan kesempatan ini, kumasukkan kontolku ke dalam memeknya, kugenjot perlahan-lahan. Oh nikmat sekali, ternyata kenyal dan luar biasa.

" Saya mau keluar Pak.... ntar sama-sama ya.... keluarkan di dalam aja Pak... ohhhh.... yesssss.... ooohhhhhhhh", si Noni mengerang.

"Ya sayang, aku juga mau keluar", timpalku.

Tak lama kemudian crettttt crettt ohhhh uhhhhh.... Vagina Noni banjir dengan campuran mani kita berdua.