bokep 3gp selingkuh dengan artis sinetron
Tidak seperti biasanya saya paling malas jika mendapat tugas wawancara khusus dengan seseorang artis cantik sekalipun. Tapi saat itu, kenapa begitu ada tugas dari Bos mewawancarai Erika untuk rubrik profil mingguan, aku langsung cabut.Janji wawancara dengan Erika telah disepakati di rumah seorang produser di sebuah apartemen di bilangan Jakarta Selatan. Ketika aku sampai ditempat yang dimaksud, Erika telah menungguku. Saat pertama bertemu -ini pertemuan pertamaku dengan dia- Erika terkesan cuek dan dingin. Namun karena dia sudah menyanggupi, dia mempersilahkan aku untuk masuk. Ruangan tamu yang tidak terlalu luas sedikit membuat aku tegang. Namun ketegangan itu mereda ketika Erika membawa dua gelas minuman dingin sambil mempersilahkan aku untuk menikmati minuman yang telah dihidangkan.''Terima kasih,'' kataku.''Kamu mau tanya apa, waktuku terbatas, jangan lebih satu jam,'' tutur mojang priangan yang sangat cantik ini.Gaya ketus Erika sempat membuat aku gugup. Apalagi dengan penampilannya sore itu yang aduhai -mengenakan kaos ketat ''you can see'' yang sangat tipis, dengan bawahan span yang sangat pendek, membuat aku semakin gugup.''Saya hanya ingin mendengar cerita pengalaman yang mengesankan dari Anda selama menjadi artis dangdut hingga setenar sekarang...'' aku mengawali pertanyaan.Wawancara semakin menarik dan hangat dan agaknya Erika lupa bahwa dia membatasiku hanya satu jam. Sebab ketika saya datang sudah pukul 16.30,tetapi saat ini jam telah menunjukkan pukul 18.00. Sampai pada suatu ketika usai melontarkan satu pertanyaan pribadi tentang orang yang menjadi dambaan hati, Erika manatapku tajam.''Orangnya mirip kamu,'' kata Erika seraya tersenyum.Aku menelan ludah, mana mungkin artis secantik dia cowoknya seperti aku. Dengan sedikit ge-er, aku menanyakan lagi apakah dia juga wartawan?''Ah, bukan. Dia pengangguran,'' Erika tertawa.Tetapi kemudian dia terdiam dan menatapku lebih tajam. Aku meletakkkan catatan, pena dan block note ke meja. Aku tatap pula Erika sambil menebak-nebak apa maunya artis cantik ini. Erika terus menatapku sambil sesekali dia menyibakkan rambutnya yang tergrai sebahu hingga bulu-bulu ketiaknya yang tampak lebat dan subur kelihatan dengan jelas.Tiba-tiba Erika mendekatiku dan menyilangkan kedua tangannya di atas bahuku. Semakin dag-dig-dug saja jantung ini. Bau tubuh Erika yang sangat wangi menyengat di telinga dan pikiranku.''Kamu mirip dia,'' katanya.Aku pegang tangan Erika yang melingkar dibahuku, aku cium lengannya dengan halus. Erika memejamkan mata, yang aku yakin tanda iya. Erika makin mendekat ke tubuhkan sampai akhirnya kedua tetek Erika yang memang tampak sangat montok waktu itu menyentuh dadaku. Tanpa pikir panjang aku coba cium bibir Erika yang sedikit terbuka dan Erika dengan antusias pula membalas ciumanku. Sambil terus gencar mencium bibir Erika aku peluk dia. Aku gesek-gesekkan dadaku hingga kekenyalan tetek Erika dapat aku rasakan. Erika tampak kian bernafsus, sesekali bibirnya melepaskan diri dari bibirku namun mencium seluruh wajahku hingga basah. Sesekali sambil tertawa Erika menggigit hidungku.Aku kian bernafsu mendapatkan serangan gencar dari artis cantik ini. Tanganku yang semula melingkar di pundak Erika, kini aku arahkan untuk mulai bergerilya di teteknya. Aku elus pelan-pelan tetek Erika. Tanganku mencoba ke bawah untuk masuk ke BH-nya. Tapi tiba-tiba Erika menarik tanganku dan mendorong tubuhku. Aku terhempas di atas kursi.''Wah kenapa Erika ini, pasti dia marah melihat ulahku,'' batinku.Tidak jelas apa maksud Erika mendorong tubuhku. Yang saya lihat dia hanya menggeleng-gelengkan kepala.'Tanda menolakkah,'' batinku.Erika kembali menatapku tajam. Kali ini agak lama. Namun tanpa saya duga, tiba-tiba Erika sambil tersenyum melepas kaosnya yang sangat tipis dan seksi itu. Wow, mimpikah aku? Aku melihat dengan mata kepala sendiri artis cantik Erika tubuhnya hanya terbalut BH yang sangat tipis dan ketat. Erika tersenyum. Kemudian dia menyibakkan rambutnya ke belakang dan menguncitnya. Sekali lagi aku terkesima, melihat tetek Erika yang tampak montok karena ditekan BH yang ketat dan bulu ketiak Erika yang sangat lebat. Aku tak kuasa menaham birahi ini.Aku dekati dia, aku mencoba mencium ketiak Erika, hmmm, luar biasa artis cantik ini. Ketiaknya pun sewangi ini,''Apalagi...,'' batinku.Tapi Erika mendorongku sambil menggelengkan kepala. Aku hanya bisa diam dan merebah di kursi sambil menunggu apa yang akan dilakukan Erika sebentar lagi. sambil tersenyum Erika kemudian meremas-remas sendiri teteknya, ditekan-tekannya, sambil sesekali bibirnya mengggigit teteknya.''Ahhhh...'' teriak Erika.''Kamu bisa mengerti ini semua kan?'' tanyanya.Aku hanya mengangguk. Ketika aku mendekat, kembali Erika melarangku. Erika berdiri dan mengambil orange jus yang ada di kursi. Setelah diminum sedikit, sisanya ditumpahkan ke seluruh tubuhnya. Erika terus tersenyum kepadaku. Sementara penisku semakin tegang melihat kejadian ini.''Boleh aku mendekatimu Ik?'' tanyaku.''Hmmm, sini...,'' katanya. Kontan aku melocat dan akan memeluk dia, tiba-tiba Erika berkata ''Duduk saja..''. Aku pun menuruti perintahnya.Setelah menatapku Erika tiba-tiba melepas span pendeknya dan melemparkan penutup vagina setelah celana dalam itu ke atas kursi. Kini Erika mendekatiku dan kemudian dia memelukku sambil mencium seluruh tubuhku. Aku belum sempat terkesima melihat pemandangan yang sangat indah itu, Erika udah sangat buas menciumi aku. Aku balas ciumannya dengan melumat habis tetek Erika yang kenyal itu.''Aku lepas BH ya Ik,'' kataku.''Jangan...'' timpal Erika.Erika tampak bernafsu menciumi tubuhku. Sesekali dia membasahi wajah dan tubuhku dengan ludahnya terus dia menjilati lagi. Aku kian tak tahan mendapat serangan seperti ini dan tanganku mulai meremas-remas pantat Erika yang tidak kalah kenyal dengan teteknya. Aku elus-elus pantas Erika sambil pelan-pelan aku masukkan tanganku ke celana dalamnya. Ketika sudah menyentuh pantat Erika, dia diam saja. Aku alihkan remasan ku depan, tepatnya ke vagina Erika. Woh, jembut Erika lebat sekali, andaikan aku bisa melihat dan menilatinya... batinku.Tapi tiba-tiba Erika mencubit tanganku. Dia pasti tidak setuju dengan ulahku ini. Erika kembali mendorongku, tapi begitu aku jatuh terbaring di tempat kursi, dia menindihku. Dibukanya kaki lebar-lebar sambil berusaha melepas celana panjangku. Aku membantu Erika dengan melucuti sendiri pakaianku. Hingga akhirnya aku tinggal memakai celana dalam dan Erika pun tinggal memakai celana dalam dan BH. Jembut Erika yang lebat tampak sangat indah dengan celana dalamnya yang terpakai tidak dalam posisi yang benar itu, karena abis aku obrak-abrik dengan tanganku. Erika membuka kakiku lebar-lebar sambil kemudian dia melepas celana dalamku.''Apa maunya..'' batinku.Begitu penisku yang tegang menyembul keluar, dengan penuh nafas Erika mengulumnya dengan buas. Sementara tanganku hanya bisa memainkan payudara Erika.''Aduuuh, Erika. Jangan keras-keras,'' proteskuErika tidak mendengarkan. Bahkan dia terus melumat kontolku dengan buasnya. Akhirnya Erika pun melepaskan BH dan celana dalamnya. Aku terkesima melihat pemandangan ini. Erika tanpa selebar benang pun melekat di tubuhnya. Memeknya yang penuh jembut dan ketiaknya yang ditumbuhi rambut sangat lebat begitu memicu birahiku. Erika menjauh dari aku dan dia duduk di bahwa kursi. Sambil membuka kedua selangkangannnya Erika memanggilku dan dia menuding kontolku supaya dimasukkan ke memeknya.Aku pun mengiyakan semua permintaan Erika dan terjadilah perbuatan maksiat itu. Aku terus menekan memek Erika, menari, menekan, menarik, menekan,sampai akhirnya Erika dan aku menjerit keras. Cairan segar muncrat dan sebagian mengenai wajahku dan Erika, dan kami pun saling berpelukan.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar